GUDSKUL, Ruang Studi Kolektif

Gudskul, https://gudskul.art/, adalah sebuah ruang ekosistem seni rupa kontemporer yang dibentuk oleh tiga kelompok seni rupa kontemporer di Jakarta sejak tahun 2017. Tiga kelompok itu adalah ruangrupa, Serrum, dan Grafis Huru Hara. Gudskul dikembangkan dari model kerja yang bersifat nirlaba. Karena bersifat nirlaba, perputaran operasionalnya diperoleh dari kolektivitas dari lembaga donor, sponsor, dan pendanaan mandiri dari unit usaha Gudskull, di samping dana sukarela dari para anggota kolektif. Gudskull terdiri dari banyak elemen: seniman, kurator, penulis seni rupa, manajer, peneliti, musisi, sutradara, arsitek, tukang masak, penata artistik, desainer, perancang busana, street artist, serta individu-individu dengan keahlian lainnya.

Keragaman ini menjadikan Gudskul sebagai sebuah Ekosistem yang kaya dan dinamis. Gudskul juga terdiri dari kolektif-kolektif dengan ragam praktik dan medium artistic instalasi, arsip, video, suara, performance, seni media, partisipasi warga, seni grafis, desain, pendidikan, dan lainnya. Keragaman ini juga memperkaya isu serta pihak-pihak yang terlibat dalam berbagai proyek kolaborasi di dalamnya secara sosial, politik, budaya, ekonomi, lingkungan hidup, ataupun pendidikan.

Tiga ruang yang membentuk Gudskul itu memiliki aktivitas yang berbeda namun beririsan. ruangrupa misalnya, ini adalah organisasi seni rupa kontemporer yang didirikan pada tahun 2000 oleh sekelompok seniman di Jakarta. Sebagai organisasi nirlaba, ruangrupa bergiat mendorong kemajuan gagasan seni rupa dalam konteks urban dan lingkup luas kebudayaan melalui pameran, festival, laboratorium seni rupa, lokakarya, penelitian, serta penerbitan buku, majalah, dan jurnal online. Sedangkan, serrum merupakan perkumpulan studi seni rupa dan pendidikan di Jakarta yang didirikan pada tahun 2006. Kata Serrum berasal dari kata share dan room yang berarti “ruang berbagi.” Serrum berfokus pada isu pendidikan, sosialpolitik dan perkotaan dengan pendekatan presentasi yang edukatif dan artistik. Kegiatan Serrum meliputi proyek seni, pameran, lokakarya, diskusi dan propaganda kreatif. Medium karya yang Serrum gunakan meliputi video, mural, grafis, komik dan seni instalasi. Begitu juga dengan grafis Huru Hara (GHH) adalah kelompok seniman grafis asal Jakarta yang didirikan pada tahun 2012. GHH menempatkan perhatian pada metode eksplorasi, eksperimentasi, serta edukasi dengan menggunakan seni grafis sebagai media utama. Program-program yang dilakukan oleh GHH meliputi pameran, kelas seni grafis, residensi seni, serta berbagai macam proyek publikasi tentang seni grafis.

Gudskul memang dirancang sebagai ruang belajar melalui simulasi kerja kolektif dengan mengedepankan proses dialog, kritisisme, eksperimentasi, berbagi dan pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta akan terlibat langsung dalam sebuah ekosistem seni rupa dan dan secara kolaboratif menentukan praktik kerja artistik bersama dengan akses ke sumber daya dan jejaring kerja yang sudah terbentuk. Seperti sebuah organisasi pada umumnya yang memikirkan keberlanjutannya. Gudskul juga memiliki konsep yang dinamakan self- sustainability untuk mendukung ekosistemnya agar tetap berjalan. Kerikatan bersama Ruang Usaha Kreatif (RUX) dan Art Colective Compound (ACC) lah yang akan membuat ekosistem yang dicita-citakan terwujud.

RUX merupakan bagian dari strategi keberlangsungan gagasan dan finansial yang beroperasi berdasarkan ide kolaborasi interdisipliner dalam melakukan proyek-proyek seni seperti: pameran seni rupa, festival video dan musik, serta karya desain dan instalasi dengan menggunakan berbagai media, metode dan strategi. RUX secara terbuka mendukung kolaborator untuk bereksperimen dalam bentuk ide dan dialog; melalui kekuatan konseptualisasi, eksplorasi, kesadaran ruang, serta keterlibatan dan interaksi publik. RUX akan membuat ide anda terealisasi dan membawanya lebih jauh ke tingkat yang menarik dan unik.

ACC merupakan ruang aktivasi untuk publik yang terdiri Studio printmaking GHH, Serrum Arthandling, OK Video, Jakarta 32 Derajat, RURU Gallery, RURU Kids, RURU Radio, RURU Shop, Artlab, Jurnal Karbon, Perpustakaan ACC, dan Waste Management. Setiap kolektif ini merancang dan menghadirkan program-program seni yang terbuka untuk publik secara berkala, seperti pameran seni, diskusi, penayangan film dan video, seni performans, pertunjukkan (musik, tari, teater) dan lokakarya dengan target usia anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Aktivitas yang dilakukan Gudskul selain studi kolektif juga membuka program short course dan program residensi di mana peserta melakukan eksperimen dan simulasi kerja secara kolaboratif. Selama tahun 2020, Gudskul telah menjalankan 11 program kegiatan antara lain Pameran, Workshop, Residensi lokal dan internasional, Forum Group Disccussion (FGD), Penayangan, Art camp, Super short course, Diskusi, Musik & Pertunjukan, Market/ Bazaar, dan Penerbitan.

Iko Wiratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X