Lele Sehati Toyareja, Tren Lele Sehat

Lele Sehati Toyareja

Lele Sehati Toyareja. Ini adalah usaha budidaya lele yang dibangun dua tahun lalu, lebih tepatnya bulan Juli 2018. Usaha ini dimulai oleh 3 orang, yang dinahkodai oleh Basuki. Sama seperti beberapa usaha lainnya, usaha ini dimulai dari ‘nol’ bermodal ide dan jejaring. Kepercayaan diri dan tekad yang kuat dari Basuki dan dua temannya berhasil membawanya kepada seorang pemodal/investor yang memiliki minat pada budidaya lele. Ide budidaya lele dengan sistem bioflok yang dibawa oleh Basuki dan tim-nya telah berhasil memikat hati investor yang sekaligus seorang dokter itu untuk menanamkan modalnya ke ide bisnis Basuki dan timnya. Model sistem budidaya bioflok dipilih Basuki dan timnya karena penggunaan lahan lebih efisien dan dapat menghasilkan ikan lele yang tidak berbau amis serta menghasilkan cita rasa lele yang lebih gurih dan jauh dari bau tanah.

Setelah modal didapatkan, Basuki dan tim-nya pergi ke Desa Gumiwang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah untuk belajar membudidayakan ikan lele menggunakan sistem bioflok. Pembelajaran itu dilakukan Basuki dan timnya selama satu minggu mulai dari teori hingga praktiknya. Setelah satu minggu belajar dari Desa Gumiwang yang menjadi salah satu sentra budidaya ikan tawar di Indonesia, Basuki dan timnya segera melakukan eksekusi awal untuk mengaplikasikan idenya menjadi nyata. Desa Babakan di Kabupaten Purbalingga menjadi tempat pertama Basuki dan timnya untuk mengeksekusi ide dan mengaplikasikan hasil pembelajarannya.

Seperti cerita-cerita heroik pengusaha umumnya, Basuki juga menemui berbagai rintangan. Setelah dua bulan berprofesi sebagai pembudidaya ikan lele di Desa Babakan, Basuki dan timnya mendapatkan rintangan pertamanya. Rintangan pertamanya adalah satu minggu sebelum panen pertamanya, Basuki dan tim diusir oleh tetangga sekitar kolam tempatnya membudidayakan ikan lele dengan alasan karena warga setempat tidak senang dengan aktivitas budidaya lele di area sekitar situ. Belum sampai di situ, ternyata masalah kedua timbul lagi, salah satu anggota tim dari Basuki memilih mengundurkan diri dan berhenti ketika kondisi usahanya diambang kebingungan.

Lokasi Desa Toyareja

Namun, seperti pepatah bilang ‘ada pelangi setelah hujan’, hal itu juga dirasakan Basuki dan timnya yang tinggal tersisa satu orang. Keesokan harinya setelah Basuki diminta untuk meninggalkan lokasi budidayanya di Desa Babakan, akhirnya Basuki menemukan tempat baru. Tempat baru itu ada di Desa Toyareja, Kabupaten Purbalingga dan nama Toyareja itu yang dipakai Basuki untuk mengenalkan produk budidayanya hingga saat ini.

Setelah mendapatkan tempat baru, akhirnya Basuki dan timnya berhasil mendapatkan hasil panen pertamanya. Tantangan selanjutnya dari Basuki dan timnya adalah bagaimana memasarkan atau menjual hasil panen ikan lele itu. Namun, ternyata tidak semudah itu menjual hasil panen ikan. Budidaya Lele Sehati Toyareja yang memegang teguh pada lele sehat, higienis, tidak amis dan tidak bau tanah itu ternyata tidak banyak menarik minat kalangan pengepul ikan. Berbagai alasan penolakan diterima Basuki, salah satunya adalah produk lelenya terlalu bagus sehingga ketika disimpan kolam penampungan pengepul pada umumnya maka tidak akan tahan lama.

Penolakan dan penolakan harus diterima Basuki, namun karena penolakan-penolakan itu lah yang membawa Lele Toyareja Sehati menerapkan konsep baru dalam bisnis ikan lele. Basuki dan timnya tak kehabisan akal, mereka mencoba peruntungan untuk menjual lele dengan sistem reseller secara online. Tidak disangka-sangka ternyata respon pembeli yang tertarik untuk menjadi reseller sangat antusias. Meskipun, hasil panen tidak langsung terjual habis seperti ketika dibeli oleh pengepul, namun dengan metode penjualan semacam ini Lele Sehati Toyareja bisa memutar modal kembali untuk terus mengembangkan usahanya. Saat ini sudah dua tahun Lele Sehati Toyareja berdiri, dengan omzet di atas 20 juta perbulan dan rata-rata order per hari di atas 300 kilogram.

Iko Wiratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X