Roadshow 1000 Startup Digital ke Purwokerto “1000 Inovasi, 1000 karya, 1000 Solusi , 1 Indonesia Raya”

Purwokerto, kota yang sering dikenal sebagai kota mendoan ini menyimpan potensi digital yang selama ini dilewati oleh gerakan startup nasional. Seringkali program pemerintah yang berkaitan dengan startup diadakan di kota besar dan Purwokerto selalu absen dalam daftar kunjungan. Padahal di kota ini terdapat setidaknya delapan  kampus yang memiliki visi digital dengan talenta kreatif yang bisa memberikan kontribusi dalam pembentukan startup.

Innocircle Initiative sebagai lembaga inkubator startup Purwokerto yang juga turut mengembangkan ekosistem startup coop bergeliat di kota ini telah membangun jaringan kepada berbagai pihak baik di internal maupun eksternal bahwa saat ini terdapat beberapa startup yang sudah berdiri.

Dalam kesempatan ini Innocircle Initiative menjalin kerjasama dengan 1000 Startup Digital untuk menyelenggarakan roadshow di kota Purwokerto. Berkolaborasi dengan FEB Unsoed kegiatan ini diselenggarakan Hari Rabu 26 Juni 2019 di Gedung Roedhiro dan dihadiri kurang lebih 300 mahasiswa/i, founder startup, dan pelaku usaha.

Kegiatan kali ini dibuka oleh Wakil Dekan Satu, Dr. Adi Indrayanto, SE., M.Sc menyampaikan kapada peserta “ Saat ini kita sebagai anak muda harus punya mimpi dan yakin bahwa dari Unsoed bisa menghasilkan startup yang akan berhasil hingga Unicorn”

 “1000 Inovasi, 1000 Karya, 1000 Solusi , 1 Indonesia Raya”

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama pemangku kepentingan berupaya meningkatkan kolaborasi dalam Gerakan 1000 Startup Digital. Gerakan untuk mendorong pengembangan perusahaan rintisan digital yang diinisiasi sejak tahun 2016 itu ditargetkan untuk menyiapkan ekosistem ekonomi digital agar Indonesia menjadi Energi Digital Asia.

Gerakan yang ditujukan bagi generasi muda dan seluruh masyarakat yang berjiwa muda ini, juga merupakan pembangun ekosistem startup digital di Indonesia. Melalui gerakan ini diharapkan, dapat melahirkan entrepreneur baru agar mampu membangun sebuah bisnis rintisan berbasis teknologi dan inovasi untuk menciptakan masa depan ekonomi digital dan meningkatkan jumlah unicorn di Indonesia.  

Menurut Samuel A Pangarepan selaku Ditjen APTIKA KemKominfo, gerakan ini perlu lebih banyak lagi di berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya dikota besar saja, tetapi juga bisa menyeluruh dan merata ke berbagai daerah.

“Oleh karena itu, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan ini di berbagai kota di Indonesia, sehingga peserta merasakan adanya dorongan dari dalam diri sendiri untuk mendirikan startup” tuturnya dalam kesempatan roadshow di Purwokerto.

Selanjutnya  speech dari Direktur 1000 startup  Regional Yogyakarta, Sebastian Alex yang menyatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dalam memberikan support terhadap startup yang ada di Purwokerto dengan berkolaborasi dengan Innocircle Initiative.

Showcase Startup Lokal, Proyek kewirausahaan  Membangun Negeri”

1000 startup

Startup lokal pada roadshow kali ini mendapat kesempatan untuk mempresentasikan projectnya dalam menyelesaikan persoalan dengan menggunakan teknologi.Startup Purwokerto diwakili oleh startup yang d inkubasi oleh Innocircle Initiative, diantaranya Bookcircle.id (Ahmad Yaqi), Beceer.com ( Almira Faiz) dan Pedihelp.id (Aef Nandi Setiawan). Startup lain yang tampil adalah Ray Razky Ananda (CEO Bantu Ternak), Nanda Nugraha ( CEO Yowis), dan Aditya Cahyo ( CEO Andil). 

Para founder startup ini memberikan pengalaman mereka membangun startup yang sudah dimulai nya sejak kuliah, dan melalui proses panjang yang tidak mudah, bahkan banyak penolakan ide di tahap awal.

Aef CEO Pedihelp  menyampaikan pentingnya memulai startup sejak mahasiswa “Bikin startup itu memerlukan waktu yang panjang, jika sudah dimulai dari sekarang mengawal ide maka setelah lulus nanti tinggal berjalan ke tahap selanjutnya” tuturnya.

Sedangkan Ray CEO  Bantu Ternak, ditahap awal mendapati penolakan baik dari calon mitra maupun calon pemberi dana. “Saya bukan asli dari Yogyakarta, setiap hari saya sering ditolak sama peternak yang ternaknya harus masuk dalam platform kami, alasan mereka karena gap bahasa dan saya sering diminta menggunakan bahasa kromo alus. Tapi itu tidak membuat saya menyerah” Tuturnya.

Dan rangkaian roadshow 1000 startup digital akan menyebar ke berbagai daerah untuk membentuk Energi Digital Indonesia. 

Anis Saadah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Webb Application Security