Startup Coop Camp Batch II: Berkarya dan Berdampak di Era Digital

startup coop camp yogyakarta

Startup Coop Camp kembali digelar pada 28-31 Maret 2019 lalu setelah sebelumnya diadakan di Purwokerto pada 7-10 Februari 2019. Masih dengan spirit yang sama yaitu mengkoperasikan startup dan menstartupkan koperasi, batch kedua ini berlangsung di Hotel Cakra Kusuma, Yogyakarta dan dibagi menjadi dua kelas yaitu startup founder dan youth cooperative (pemuda koperasi). Kegiatan ini diikuti 60 peserta yang berasal dari beragam latar belakang dimulai dari murid SMA, mahasiswa pegiat KOPMA, pegiat startup baik yang baru mulai maupun yang sudah berjalan. Adapun asal peserta bukan hanya dari Yogyakarta saja namun juga berasal dari Purwokerto, Bekasi, Jakarta, Solo, Jawa Timur, bahkan Lampung.

startup coop camp
startup coop camp
startup coop camp yogyakarta
startup coop camp yogyakarta

Masih sama dengan Startup Coop Camp Batch I, kegiatan tersebut diisi dengan talkshow, pelatihan dalam bentuk praktik dalam kelompok, diskusi acak, serta pitching singkat.  Startup Coop Camp Batch II sendiri diprakarsai oleh ICCI yang berkolaborasi dengan organisasi dan komunitas lokal seperti Kopindo Wilayah DIY, KEDATA, CREDEVA serta kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI Deputi Bidang SDM. Sejumlah nama dihadirkan pula untuk menjadi pembicara dan fasilitator selama kegiatan berlangsung seperti Firdaus Putra, HC yang mengenalkan konsep serta sejarah gerakan koperasi, Anis Saadah, CEO InnoCircle Initiative (inkubator startup coop) yang memberi insight semangat pada anak muda milenial untuk berkarya dalam startup coop, dan juga Ali Sofiyan yang mengenalkan Creative DNA Kudus, sebuah platform yang menghubungkan anak bangsa melalui proses kreatif dan organik yang berlandaskan koperasi.

Tak hanya memberikan garis besar startup coop sebagai model baru yang tentunya masih baru bagi pegiat startup maupun pemuda koperasi, tema-tema bermuatan bisnis dalam startup juga dihadirkan. Di antaranya Model Bisnis yang dibawakan oleh Aef Nandi (founder PEDI), market & opportunity analysis, dan business presentation oleh Geri Gebyar G. Kemudian materi pengantar startup di kelas pemuda koperasi turut dihadirkan pula seperti Business Model Canvas oleh Arief Faqihudin (MedUp), Design Thinking, Design Sprint, dan Lean Startup. Sementara pada kelas pegiat startup materi yang dihadirkan selain pengenalan sistem koperasi juga pendalaman mengenai media sosial dan AI di era big data, agile development, team management, how to access early stage funding,  dan internet to ownership. Tak ketinggalan juga peranan inkubator dalam ekosistem startup yang dibawakan oleh Donni Prabowo (ABP Incubator).

startup coop camp yogyakarta
startup coop camp yogyakarta

Ada yang sedikit berbeda dengan SCC sebelumnya yang hampir seluruh kegiatan difokuskan ke masing-masing kelas, SCC Batch II ini lebih intensif dengan lebih sering menggabungkan kedua kelas. Hal ini bertujuan agar selain pemahaman ekosistem koperasi lebih cepat dipahami, juga menghadirkan kolaborasi ide dengan praktik langsung antar kedua kelas yang dibagi dalam kelompok. Metode tersebut efektif karena peserta dapat belajar langsung mengeksekusi ide dari berbagi pendapat dalam waktu yang cepat. Salah satu kolaborasi praktik tersebut diantaranya adalah business model canvas, yang bukan hanya didiskusikan dalam grup namun dipresentasikan ke seluruh peserta.

Startup, yang merupakan salah satu tema dari era digital memang terlihat sedang hype sebagai bisnis model baru di era digital dan pertumbuhannya dinilai cepat. Karena muncul sebagai model baru jugalah cara kerja atau sistem di dalamnya juga baru. Masing-masing anggota tim dalam startup biasanya akrab dengan kreatif, inovatif, serta adaptif. Hal tersebut cocok dengan anak muda atau usia produktif yang masih memiliki semangat produktivitas yang tinggi. Semangat tersebut pula yang dibawakan dalam SCC II kali ini karena menjadi bagian dari startup janganlah sebatas sebagai cita-cita dengan menjadi pekerjanya, namun dengan berkarya sendiri serta berdampak dengan memulai membuat. Startup sebagai bisnis model baru juga suatu bentuk karya dalam model baru, fungsinya yang menawarkan untuk memudahkan aktivitas manusia sehari-hari juga menjadi kesempatan untuk dapat berdampak dan bukan semata mengambil keuntungan. Hal tersebut juga yang menjadi salah satu keluaran dari startup coop yaitu menghasilkan banyak startup yang bergerak di lingkup sosial.

startup coop camp yogyakarta
startup coop camp yogyakarta

Meskipun terlihat menggiurkan, tentu saja mendirikan startup penuh dengan resiko. Untuk disampaikan pula bahwa jika ingin menjadi pegiat startup harus benar-benar serius terjun di dalamnya. Pertimbangan-pertimbangan seperti pasar, produk, data, konsumen, pesaing, hingga kesehatan kerja bagi anggota tim perlu diperhatikan karena tidak lagi di bawah naungan sistem konvensional. Sikap mental masing-masing individu yang kuat juga tak kalah penting dari skill-skill yang dibutuhkan pada era saat ini.

Sebelum serangkaian acara ditutup dengan talkshow penutup, acara terakhir yaitu presentasi singkat (pitching) dari 11 startup yang mendaftar. Tujuannya yaitu memberi masukan-masukan langsung dari metode presentasi singkat, dan kesempatan untuk mempromosikan kepada seluruh peserta. Picthing yang maksimal tentunya selain membutuhkan jam terbang juga pertimbangan kekuatan story telling dengan membawa cerita dari kenyataan dan to the point. Element penting dalam pitching sendiri akan lebih lengkap jika terdiri dari opening, customer goal, problem, solution, market size, competitors, business model, market strategy, action plan, dan team profile. Sebelas belas startup yang ditantang presentasi dalam 5 menit di SCC Batch II di antaranya adalah Agrozone, BAFE, Gerbang Kreasi, Liburin, MSI, Olahin, Bionika, Kampung Course, Qonsulin, Transfer, dan Londry.

startup coop camp yogyakarta
startup coop camp yogyakarta

Terakhir, para peserta mendapatkan merchandise khas kegiatan Startup Coop Camp yaitu dua buah buku bertemakan startup dan self-improvement karena salah satu pentingnya skill di era digital adalah banyak membaca bacaan yang berkualitas. Dengan selesainya serangkaian acara secara penuh, diharapkan peserta terpilih yang sebelumnya diseleksi secara ketat dapat pulang dan berdampak di daerah masing-masing serta membawa semangat baru dalam bidang startup.

Referensi tulisan mengenai startup coop maupun platform cooperative dapat kamu baca di:

Marfa U

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Webb Application Security