Mencari dan Membuat Ide Bisnis Milenial

Mencari dan Membuat Ide Bisnis Milenial

 Memulai sebuah bisnis bukan berkaitan dengan masalah waktu, akan tetapi tergantung dengan masalah ide dan juga kondisi sekitar. Di Amerika Serikat terdapat setengah juta bisnis yang lahir setiap tahunya, akan tetapi banyak yang kemudian mundur diakibatkan oleh banyaknya pesaing yang lain. Jadi, bagaimana langkah yang harus diambil dalam pembuatan ide bisnis? Yang pertama adalah dengan menuliskan mengenai kemampuan diri sendiri, tulis lima sampai sepuluh mengenai apa-apa saja yang dapat kamu lakukan dengan baik. Kemudian disisi kertas, tuliskan berbagai kelemahan yang dimiliki, atau apa yang tidak bisa dilakukan atau yang malas dilakukan. Kemudian, buatlah apa yang bisa dilakukan menjadi sebuah acuan untuk memulai sebuah kegiatan baru, seperti bisnis apa yang kiranya cocok untuk dilakukan, disukai agar prosesnya dapat lebih mudah. 

 Bisnis yang saat ini lagi banyak diminati oleh masyarakat luas terutama generasi muda adalah startup karena dinilai cepat baik dalam pertumbuhan maupun menyelesaikan masalah yang diambil. Di California contohnya, membangun startup yang dimulai dengan kondisi di mana adanya kendala yang didapatkan masyarakat banyak mengenai sulitnya memperoleh makan siang yang cepat dikarenakan sibuknya dan padatnya tempat-tempat makan atau lalu lintas yang ada di Irvine. Dari keinginan masyarakat yang menginginkan adanya pengiriman makanan, munculah ide untuk membuat sebuah startup pengiriman makanan dari restoran. Sampai saat ini, bisnis DoorDash ini telah melayani lebih dari 15 juta orang. Simpelnya, bisnis ini lahir dari adanya masalah lingkungan yang membutuhkan jalan keluar dan permintaan yang tinggi, sehingga perlu adanya kajian mengenai masalah-masalah yang ada di dalam masyarakat dalam penentuan sebuah startup.

 Dalam memulai sebuah ide dalam bisnis startup saat ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Yang pertama adalah:

  • Data Base yang Baik 

Data base didalam sebuah bisnis berisikan hal-hal apa saja yang disukai oleh konsumen. Yang perlu diperhatikan dalam data base adalah apa-apa saja yang menjadi produk yang baik dan dibutuhkan serta disukai oleh masyarakat. Dengan hal tersebut, maka akan lebih mudah dalam pembuatan sebuah bisnis dalam tujuan maupun menentukan produk apa yang cocok bagi lingkungan masyarakat.

  • Menaikkan Pelayanan Publik  

Pelayanan publik adalah tempat di mana masyarakat memberikan kritik dan saran. Dalam sebuah bisnis perlu adanya sebuah pelayanan publik yang bisa melayani informasi selama 24 jam penuh untuk menaikkan pamor dari bisnis. Saran dan kritik yang disampaikan oleh publik nantinya dapat dimonitor untuk mempermudah dalam review bisnis kedepannya.

  • Mencari Produk yang Diminati Masyarakat.

Dalam dunia bisnis, perlu adanya analisis untuk mendapatkan apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam memuali sebuah bisnis yang akan menjadi acuan dalam pembuatan produk. Analis di sini bukan untuk membuat produk yang sesuai keinginan kita namun produk yang diminati karena dibutuhkan oleh masyarakat.

  • Survey

Survey dalam bisnis adalah melihat bagaimana penilaian orang-orang terhadap produk yang dikeluarkan. Dalam dunia bisnis, perlu adanya analisis yang dilakukan untuk melihat seberapa jauh kepuasan konsumen terhadap sebuah produk, yang akan menjadi sebuah analisa dalam merevisi ulang produk.

  • Grup sosial

Media sosial saat ini sangat booming terutama platform media sosial Facebook dan Instagram. Pebisnis dapat mempengaruhi publik secara visual dengan mengirimkan konten-konten produk ke media sosial ataupun menggunakan tagar agar dapat lebih memperluas pemasaran produk. Sasarannya bukan hanya di linimasa namun juga grup-grup yang relevan dengan produk yang akan dipasarkan. Selain media sosial, penggunaan email saat ini juga dapat dioptimalkan untuk pemasaran.

Pemasaran Saat ini “Email Marketing”

Email saat ini digunakan sekitar 2,5 milyar pengguna untuk pengiriman sebuah informasi. Email marketing sendiri bersifat personal untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan tidak sembarang orang atau perusahaan mendapat alamat email atau mode subscription di mana ada persetujuan penerimaan informasi sebelumnya. Itulah mengapa email marketing dapat bekerja dengan sebaik-baiknya bila dipersonalisasi dengan lebih optimal. Email dapat disesuaikan dengan tindakan preferensi pelanggan sehingga setiap komunikasi bisa relevan dengan minat mereka. Dengan adanya pemasaran melalui email, pebisnis lebih mudah untuk menjangkau lebih banyak lagi calon konsumen di berbagai wilayah sekalipun. Adapun langkah-langkah dalam “ email marketing” untuk meningkatkan konsumen yaitu:

a. Memilih salah satu item yang akan disoroti: Dalam pemasaran perlu adanya penyorotan produk yang menjadi produk favorit atau yang terbaik agar setiap orang mudah melihatnya, dan juga sebagai upayah dalam upayah menarik minat konsumen.

b. Menambahkan warna: Pewarnaan yang diberikan didalam sebuah email akan lebih menarik perhatian publik. Dengan adanya warna yang bervariasi dan menarik, akan menarik perhatian para konsumen untuk membeli.

c. Menyertakan foto: Sebuah header yang digunakan dalam sebuah email akan seolah-olah menjadi penarik orang-orang untuk mendaftar ataupun melihat menjadikan produk lebih menarik dan akan membuat orang-orang untuk bergabung dalam bisnis, dengan menggunakan gambar yang benar dan menarik.

Pemasaran melalui Perangkat Lunak

Lenn Kelman, pendiri Plumtree adaah salah satu yang memanfaatkan perangkat lunak. Ketika ia menjadi CEO dari sebuah startup real estate, dia ingin setiap masalah diselesaikan oleh perangkat lunak. Perangkat lunak ini bisa dibagi menjadi web, maupun media soial lainya yang tentunya dapat dioptimalisasikan karena banyaknya pengguna sebagai calon pelanggan.

 Saat ini, bisnis bukan lagi hanya dilakukan dengan face to face, melainkan sudah dapat dilakukan dengan media elektonik maupun media sosial untuk memangkas waktu. Pebisnis modern ini baiknya dapat memanfaatkan media sosial dengan maksimal dalam pemasaran produknya dikarenakan banyaknya orang-orang saat ini yang menggunakan media sosial dalam kehidupan sosial sehari-harinya. 

Ref: Entrepreneur 39s Startups Summer 2018

imgsc: pixabay

The article was composed by Ary Michael Hutauruk, UNSOED International Relations ’16 (Inno Internship Programme Batch I)

Edited by: Marfa U

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X