Jangan Ketergantungan Investor, Mandiri Bootstrapping Yuk!

startup bootstrapping

 “Tidak perlu khawatir, investor akan menyelamatkan produk kita!”

Pemahaman umum tersebut yang kemudian menjalar di antara para entrepreneur baru. Nyatanya, tidak mudah pula untuk mendapat investor sedangkan permasalahan yang sering dialami yaitu kekurangan modal. Hal ini umum terjadi dan langkah awal pembuktian apakah produknya akan terus dilanjutkan atau hanya menjadi ide yang mengambang.

Bootstrapping kemudian hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Dalam dunia start-up, bootstrapping merupakan aspek yang penting untuk mendukung dan memajukan produk karena kita dapat mendapat modal tambahan, memasarkan, sekaligus menarik investor. Jason Bockman, founder dan CEO Strange Donuts, menginginkan produknya mendapat tempat istimewa di St. Louis memiliki ide bootstrapping dengan cara mengadakan Pod Tournament. Dalam event tersebut, dia dengan sengaja membagikan donatnya secara gratis agar orang-orang mencicipi. Suksesnya turnamen tersebut kemudian membuatnya berfikir untuk mengadakan beberapa turnamen tambahan untuk memasarkan donatnya dengan harga yang rendah. Kesuksesan telah di depan mata, dia mendapat investor setelah berlangsungnya turnamen dan saat ini ia telah memiliki cabang di Mexico City.

Perlu diketahui bahwa sebelum Anda menghabiskan waktu dan uang untuk membuat sebuah produk atau jasa, pastikan bahwa produk tersebut dibutuhkan oleh orang-orang. Orang-orang yang akan menjadi target konsumen Anda harus menginginkan adanya produk itu. Saat Anda memahami konsep ini, maka akan ada banyak jalan untuk Anda dalam mendapat pasar yang tepat untuk memasarkan produk anda.

Kemudian, lima tips brilian bootstrapping ala Patrick Fitzgerald adalah:

  1. Perhatikan Reaksi Lawan Bicara Anda

Kita bisa mengetahui apakah target konsumen tertarik atau tidak dari bagaimana cara dia menanggapi. Saat target konsumen terlihat senang dan antusias dalam penjelasan produk, maka saat itu lah Anda tahu kapan Anda membuat dan menjual produk itu.

2. Lupakan 9, ingatlah 5

Saat melakukan bootstrapping, Anda harus menghindari pekerjaan full-time bagaimana pun caranya dan meluangkan banyak waktu untuk bootstrapping. Rata-rata jam kerja pada umumnya yaitu 8-9 jam dan jika Anda tetap melakukan pekerjaan full-time sembari melakukan bootstrapping, maka sudah dapat dipastikan anda akan gagal karena kekurangan waktu.

3. Manfaatkan Fasilitas Sekitar Anda

Untuk menghemat anggaran pribadi dan mengalokasikannya untuk start-up, jangan terburu-buru menyewa tempat namun manfaatkan tempat sekitar seperti mobil, teras didepan rumah. Sewa tempat bisa juga, namun pilih dengan cicilan seperti yang dilakukan oleh Jane Lu, founder dan CEO Showpo. Ia keluar dari pekerjaannya dan memulai usaha kecil namun gagal dan terlilit hutang. Dalam kondisinya yang seperti itu, ia berbohong kepada orang tuanya bahwa dia masih bekerja di tempat kerja sebelumnya. Dia bootstrapping dengan cara membuat website, membeli inventaris secara konsinyasi dan membayar sewa toko dengan kartu kredit. Hingga 18 bulan kemudian saat Showpo sukses hingga ke 80 negara dan memiliki aset lebih dari 100 milliar USD dan ia kemudian memberitahukannya kepada orang tuanya.

4. Jual Apapun Yang Anda Punya

Langkah utama yang bisa anda ambil saat anda ingin melakukan bootstrapping yaitu menjual barang yang tidak terlalu berguna bagi anda seperti koleksi miniatur atau mainan yang anda miliki. Memang terlihat kecil tapi akan lumayan jadinya jika kemudian depositkan ke bank.

5. Tawar-Menawar Dalam Kesepakatan

Saat melakukan bootstrapping dan kemudian anda kebetulan mendapat investor, maka jangan ragu untuk meminta kesepakatan yang sesuai dengan visi start-up anda. Jangan takut untuk menawar!

Banyak jalan menuju roma, ibaratnya. Dengan sumber daya akal & inisiatif yang cukup, akan selalu ada jalan untuk setiap rintangan yang ada. Bootstrapping lah jawaban untuk anda para entrepreneur start-up.  Jangan batasi diri anda untuk fokus mencari investor, mulailah mengembangkan ide baru untuk bootstrapping dalam strategi bisnis Anda.

imgsc: pixabay
The article was composed by Selin A. Admi, UNSOED International Relations ’16.
(Inno Internship Programme Batch I)

Edited by: Marfa U

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X